Bongkar Rahasia Kecanduan Es Kopi Susu, Ungkap Trik Pembuat Minuman Kekinian

JOMBANG—Fenomena seringnya kita jajan es kopi susu kekinian ternyata bukan sekadar urusan gaya hidup atau sifat boros, melainkan akibat trik racikan yang memengaruhi kerja otak. Mengupas alasan ilmiah di balik fenomena ini, Sanggar Taman Mraen Mimpi (STMM) menyelenggarakan webinar STMMIND 15.0 bertajuk “Spill The Tea (Eh, Coffee!): Kok Bisa Es Kopsus Kekinian Bikin Kita Jajan Terus?” secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Minggu (13/9/2026).

Acara yang dipandu oleh relawan STMM, Nurhasanah, menghadirkan pakar teknologi pangan, Annisa Aurora Kartika, S.T.P., M.T.P. Dalam penjelasannya, Aurora membongkar fakta bahwa tingginya kebiasaan membeli kopi susu pada siang hari merupakan hasil rancangan presisi dari industri minuman untuk memanipulasi lidah dan rasa lelah kita.

 

Mencari Rasa, Bukan Sekadar Pengusir Kantuk

Banyak orang beralasan minum kopi susu hanya untuk mencari kafein agar mata tetap melek. Namun, alasan ini sebenarnya kurang tepat. Jika murni hanya butuh kafein, seseorang seharusnya cukup meminum kopi hitam seperti americano atau kopi tubruk tanpa gula. Pada kenyataannya, es kopi susu jauh lebih laris karena menawarkan gabungan rasa manis, gurih, dan pahit yang membuat nyaman. Otak kita secara tidak sadar mencari rasa nyaman tersebut, bukan sekadar efek terjaga dari kafein.

 

Trik Kenikmatan di Lidah

Pembuat minuman kekinian sangat paham bahwa otak manusia mudah merasa mual atau bosan jika dipaksa menelan satu rasa yang terlalu dominan, seperti saat kita makan kue yang terlalu manis. Untuk mengakali hal ini, mereka meracik formula takaran yang sangat pas antara manisnya gula dan pahitnya kopi. Paduan ini menciptakan titik kenikmatan puncak tanpa membuat perut merasa cepat kenyang atau enek.

Lebih jauh lagi, sensasi kental dari campuran krimer dan susu berfungsi melapisi dinding mulut dengan lembut. Gesekan cairan kental di lidah ini ternyata mengirimkan sinyal santai ke otak dan memicu pelepasan hormon bahagia. Inilah sebabnya meminum kopi susu terasa sangat melegakan.

 

“Prank” Otak dan Lemas di Sore Hari

Di balik kenyamanan itu, kafein secara diam-diam membajak sistem kelelahan tubuh. Saat kita bekerja, tubuh secara alami menghasilkan hormon lelah yang menempel di saraf otak untuk menyuruh kita istirahat. Namun, bentuk kafein sangat mirip dengan hormon lelah ini. Kafein langsung menduduki saraf tersebut dan menghalangi sinyal lelah yang asli. Otak pun tertipu dan mengira tubuh kita masih segar bugar, padahal rasa capek itu hanya ditunda.

Masalah sesungguhnya muncul pada sore hari. Penggunaan gula aren atau gula cair pada kopi kekinian membuat energi kita cepat naik, tetapi cepat juga anjlok. Ketika efek kafein mulai menghilang dari otak pada sore hari, hormon lelah yang sudah menumpuk sejak pagi langsung menyerbu saraf secara bersamaan. Kondisi ini bertabrakan dengan kadar gula darah yang sedang merosot tajam. Akibatnya, pikiran menjadi tidak fokus, tubuh terasa sangat lemas, dan pada akhirnya memaksa kita untuk kembali memesan kopi susu lewat aplikasi ojek daring.


Cara Tepat dan Sehat Minum Kopi

Untuk memutus siklus kecanduan ini tanpa harus berhenti minum kopi, Aurora menyarankan agar kita menyesuaikan jadwal minum kopi dengan jam alami tubuh. Tubuh kita secara alami memproduksi hormon pemicu semangat paling tinggi pada pukul 08.00 hingga 09.00 pagi. Minum kopi pada jam tersebut justru sia-sia.

Sebagai gantinya, minumlah kopi saat semangat tubuh mulai menurun secara alami, yakni sekitar pukul 10.00 hingga 11.30 atau pada siang menjelang sore pukul 14.00 hingga 15.00. Waktu-waktu ini sangat tepat karena kafein akan masuk untuk mengisi kekosongan semangat, sehingga sangat cocok jika digunakan untuk bertukar gagasan.

Selain mengatur waktu, biasakan untuk meminta pengurangan takaran gula hingga separuhnya agar lidah kembali sensitif. Ganti penggunaan krimer dengan susu segar atau susu berbahan nabati yang lebih sehat. Terakhir, pastikan untuk selalu mengimbangi satu gelas kopi dengan minum satu gelas air putih hangat untuk membantu tubuh membuang sisa cairan.

“Dengan memahami cara kerja tubuh dan mengatur waktu konsumsinya, sekarang Anda bisa tetap menikmati kopi favorit tanpa perlu khawatir terjebak kecanduan,” pungkasnya.***

Penulis: Hari Prasetia

20 views

Share this content: